October 20, 2011

YANG DI-‘PEGANG’ YANG MENENTUKAN


Beberapa hari yang lalu, ada sebuah quote dalam bahasa Inggris; saya tidak ingat saya baca dimana dan kalimat persisnya apa, namun jika diartikan kira-kira berbunyi: “Apa yang kamu ‘pegang’, itulah yang menentukan dirimu dan masa depanmu.”

Penjabarannya lebih kurang adalah, ucapan (quote) yang kita anggap ‘benar’ dan kita percayai serta kita laksanakan-lah yang akan menentukan jati diri kita serta masa depan kita.

Cukup lama saya merenungkan kalimat tersebut, dan setelah saya kaitkan dengan diri saya sendiri serta lingkungan disekitar saya, ucapan tersebut memang mendasar.

Itu mengapa sebabnya filsuf atau orang bijak senantiasa mengingatkan untuk berhati-hati terhadap teman pergaulan, film yang kita tonton, bacaan yang kita baca, termasuk juga informasi yang kita terima.

Hal tersebut dikarenakan indera dan batin kita dapat membantu ‘mempermudah’ pikiran kita untuk mempercayai tindakan atau ucapan orang-orang yang telah akrab dengan kita. Apabila orang yang dekat dengan kita atau orang yang kita anggap berada di pihak kita, secara sadar ataupun tidak, akan kita percayai ucapannya, meskipun orang tersebut berbohong atau memiliki maksud tertentu.

Kita juga cenderung mudah percaya kepada media atau surat kabar, padahal berita yang mereka tampilkan umumnya hanya bersifat sepotong-sepotong dan bersifat komersil atau punya nilai jual.
Itu sebabnya, emosi kita lebih mudah tersulut apabila mendengar berita atau menerima informasi dibanding apabila kita sendiri yang mengalaminya.

Pun termasuk kalimat-kalimat motivasi. 

Ucapan motivatif seorang Mario Teguh dengan seorang Tung Desem Waringin atau Andrie Wongso tentu saja berefek beda.

Mario Teguh ‘menyentuh’ nurani orang dengan mengutamakan pembentukan karakter yang berjiwa peduli terhadap sesama. Tung Desem Waringin memotivasi dengan bahasa uang; yang sifatnya membentuk karakter seseorang menjadi paham akan arti dan cara memperoleh uang. Beda lagi dengan Andrie Wongso yang mendorong orang untuk menjadi sosok pemberani yang dalam arti menghadapi setiap masalah yang datang dan menghadapi permasalahan tersebut dengan positif.

Kita dapat memilih salah satu, mengikuti ketiganya, atau sekedar mencomot beberapa filosofi dari masing-masing mereka yang cocok dengan karakter kita. Dan kesemua option tersebut tentu saja akan memiliki efek yang berbeda terhadap masa depan kita.

Ibarat ketemu sebuah persimpangan, kita diberikan option untuk berhenti, berjalan pelan-pelan, jalan terus, atau memilih belok – kiri atau kanan. Lurus atau belok, cepat atau lambat, tentu akan menghasilkan proses dan tujuan atau hasil akhir yang berbeda. 

Robert T. Kiyosaki – seorang pakar keuangan yang terkenal dengan Rich Dad Poor Dad-nya juga memberikan kita pilihan dan telah mempermudahnya menjadi hanya 2 pilihan: Rich or Poor (Kaya atau Miskin). Karena beliau adalah seorang pakar keuangan, tentu saja dia hanya akan mengajarkan cara untuk menjadi kaya, karena menurutnya sebagian besar manusia di seluruh dunia dibesarkan oleh Poor Dad (ayah miskin).

Sekarang kembali ke diri kita sendiri.
Banyak orang telah menjadi sukses dan tidak sedikit yang bisa menjadi role-model bagi kita. Dan tidak sedikit dari mereka yang membuka rahasia mereka, termasuk mereka yang kita anggap ‘sahabat’: Yesus, Buddha, Nabi Muhammad, Plato, Aristoteles, dll. Mereka telah menelurkan wahyu, pelajaran hidup, hasil pemikiran, dll. ke dalam berbagai ‘portofolio’. Tinggal anda pilih saja ‘portfolio’nya.

Salam Pembelajaran!

September 4, 2011

NEW DAY NEW PAGE


 Perubahan. Kata ini adalah salah satu kata yang paling sering digunakan oleh motivator manapun di dunia ini.

Dengan semakin banyaknya populasi dunia, tentu saja perubahan semakin cepat dan kemungkinan untuk berubah juga semakin besar untuk terjadi. Kombinasi perubahan juga tentunya semakin banyak dan rumit.

Namun apapun itu, orang yang bisa menjaga dirinya untuk tetap menjadi dirinya sambil menerima setiap perubahan yang ‘menempa’ dirinya, adalah orang yang senantiasa hidup dalam kebahagiaan sejati.

Sebaliknya, orang yang sulit menerima perubahan akan beranggapan bahwa seluruh dunia berbalik melawan dirinya. Buruknya, beberapa diantara mereka berubah menjadi psikopat yang lantas memperburuk kehidupan alam dan tatanan sosial masyarakat.

The truth you believe and cling to, makes you unavailable to hear anything new,”…Pema Chodron

Semakin kuat kita memegang sebuah prinsip, akan semakin jauh kita dihanyutkan oleh prinsip tersebut, apapun prinsip itu.

Misalnya, ketika kita berpandangan bahwa kita lebih baik dari orang lain dalam hal bidang tertentu, kepercayaan tersebut akan membuat kita besar kepala, sombong, angkuh, menjauhkan diri atau menutup diri dari kalangan tertentu. Tidak jarang, kita akan menempuh segala cara demi mempertahakan ‘status’ atas penilaian yang telah disematkan orang-orang pada kita, meski menggunakan cara yang destruktif. Akibatnya, ketika muncul seseorang yang lebih baik dari kita, kita akan merasa tersaingi, sulit menerima keadaan, amarah memuncak, mudah tersinggung, dst..

Itu sebabnya, orang yang tidak bisa menjaga dirinya untuk tidak menjadi yang bukan dirinya ketika dirinya dinilai melebihi kebanyakan orang, akan susah untuk menerima perubahan.


Cara menyikapinya

Orang yang bisa menjaga dirinya untuk tetap menjadi dirinya - bukan dengan tujuan pencitraan, akan dapat hidup lebih bahagia dan tenteram, karena orang tersebut tidak terpengaruh oleh perubahan, melainkan menerima perubahan tersebut, namun tetap memainkan perannya sebagai ‘tokoh’ yang tetap dibutuhkan oleh masyarakat.

 "When you live on a round planet, there's no choosing sides,"…Wayne Dyer

Apa yang diutarakan Wayne adalah benar adanya, bahwa tidak ada yang tetap selain daripada perubahan. Bentuk round dan side yang digunakan oleh Wayne hanyalah perumpamaan yang mengindikasikan bahwa tidak ada yang pasti layaknya ujian pilihan berganda pada bangku sekolah. Jika jawabannya bukan A, maka pastilah B atau C, atau mungkin D.

Hidup itu lebih sederhana namun sekaligus lebih rumit dari sekedar pilihan A, B, C atau D.

Dalam menjalani hidup, kita memang senantiasa dihadapkan pada pilihan layaknya A, B, C atau D. Namun setiap pilihan juga harus dibarengi dengan beragam tindakan untuk memastikan setiap pilihan kita tepat. Dan uniknya, setiap pilihan kita akan menghadapkan kita pada pilihan-pilihan lainnya hingga ujung nafas kita.

Tapi apapun itu, setiap hari, setiap waktu, setiap saat adalah waktu terbaik untuk memilih memulai sesuatu, seperti yang saat ini saya lakukan saat ini, memilih untuk kembali berbagi pandangan melalui blog ini setelah sekian lama tidak meng-update pandangan melalui pengalaman hidup sehari-hari saya.

"The past has no power to stop you from being present now. Only your grievance about the past can do that,"…Eckhart Tolle

"Turn your face toward the sun and the shadows will fall behind you,"…Maori Proverb


Salam Pembelajaran!

November 11, 2009

DUNIA ANAK-ANAK

Beberapa hari yang lalu, ketika hendak keluar dari lokasi pembayaran rekening listrik di salah satu kantor PLN, saya berdiri berdampingan dengan dua orang anak kecil - seorang cewek dan seorangnya lagi cowok, yang usianya mungkin hanya berkisar 4-6 tahun. Kedua anak tersebut ditemani ibu mereka di pintu depan kantor pembayaran. Kami sama-sama berdiri berteduh didepan pintu, berhubung diluar tiba-tiba turun hujan dengan derasnya. Anak-anak terlihat sedang bercanda akrab dengan ibunya. Mereka sedang menunggu ayah mereka mengambil mobil dari tempat parkir.

Saya memperhatikan mereka, lalu tersenyum kepada mereka. Kebiasaan untuk senantiasa ingin tersenyum ini merupakan kebiasaan saya, yang entah mengapa, selalu saya lakukan kepada setiap anak-anak yang saya temui dimanapun saya berada, baik yang saya kenal maupun tidak.

Mungkin karena malu, salah satu diantara mereka tiba-tiba bersembunyi disebelah ibunya namun dengan mata mengintip melirik kearah saya. Saya pun tersenyum kembali, namun sambil melempar pandangan ke arah lain sembari menyiratkan kalimat: "Betapa menyenangkannya dunia anak-anak."

Tidak lama berselang, mobil yang dikendarai ayah mereka pun berhenti tepat di depan pintu dan mereka bergegas melangkah, berlari kecil menuju mobil dan membuka pintu bagian tengah lalu dengan sigap masuk kedalamnya.

Yang membuat saya terkejut adalah, setelah mereka masuk kedalam mobil, mereka melambaikan tangan ke arah saya sambil tersenyum lepas. Lambaian yang bisa saya lihat dengan jelas karena kacanya yang transparan, membuat saya membalas lambaian tersebut dengan senyuman, namun kali ini dengan senyuman yang bebas lepas. Senyuman yang bisa saya maknai dengan: "terima kasih". Terima kasih karena telah tersenyum kepada saya, dan menghibur saya.

Pengunjung blog, entah kebetulan atau tidak, sekitar seminggu sebelum kejadian tersebut saya baru saja me-link berita di salah satu website berita terkemuka berbahasa Indonesia yang menyebutkan bahwa: "anak-anak dapat tertawa sampai dengan 300 kali dalam sehari, berbeda kontras dengan orang dewasa yang hanya bisa 15 kali!" di facebook saya. Lebih lanjut dijelaskan bahwa, yang membedakannya hanyalah sudut pandang. Anak-anak dapat tertawa ketika menemukan atau melihat sesuatu yang menarik atau indah terjadi di depan mata mereka. Berbeda dengan kebanyakan orang dewasa yang senantiasa memandang segala sesuatu dari sisi yang lebih serius.

Saya teringat pada sebuah kutipan yang pernah saya baca dari sebuah buku bertemakan kebijaksanaan hidup, bahwa senyuman adalah kunci untuk membuka hati orang lain. Senyuman juga bisa melumerkan hati kita yang telah membeku akibat permasalahan yang terus menumpuk. Terlebih apabila kita senantiasa bisa tersenyum pada masalah yang menghampiri kita, maka kita bukan hanya bisa menembus zona psikologis manusia, namun juga zona spiritual, yang akan membuat kita serasa berada di dunia yang berbeda, meski pada saat yang bersamaan kita sedang dihadapkan pada permasalahan. Well, bukankah permasalahan adalah pendidikan yang tidak ternilai harganya?

Ditengah prahara keadilan terhadap pemberantasan korupsi yang tengah menguji bangsa kita saat ini dengan pergunjingan yang tidak jelas siapa benar dan siapa yang salah, mengapa kita tidak mencoba untuk melihat dunia dari sudut pandang anak-anak yang senantiasa bisa melihat keindahan, serta bisa tersenyum maupun tertawa lebar? Apalagi sebuah senyuman adalah 'obat' dengan rasa paling manis, sekaligus paling berkhasiat dari segala obat berasa manis yang ada?

Salam Pembelajaran!